CRUD PYTHON DJANGO MYSQL TUTORIAL Part.2 (Penjelasan)

python-django-logoAssalamualikum Wr.WB

OK kembali lagi,

seperti janji saya diblog sebelumnya, di CRUD PYTHON DJANGO MYSQL TUTORIAL Part.1 

dipart 1 saya hanya membahas cara setup awal django dan menjalankan CRUD nya. nah disini baru saya jelaskan.

Untuk kelebihan, kenapa saya memilih python, karena menurut saya dengan 1 bahasa ini kita dapat membuat aplikasi console python saja, atau membuat aplikasi website tentu dengan bantuan Macam2 framework buat python website termasuk Django (macam Website Framwork untuk Python)   atau membuat aplikasi Desktop dengan framework berikut 

Ok begitu lah kira2, Q:Lalu kenapa pilih Django Om? A: Ya karena banyak yang pake itu saja, Ok kita fokus ke Django nya

siapa disini yg pernah Pakai CI (Code Igniter) nah itu ada;lah Framework terkenal dng bahasa PHP, yg lengkap banget katanya.(:D) saya pernah coba dikit, memang lengkap sih mulai dari bisa buat format HTML sendiri, pagination, validation dll. dan dia mengusung Form MVC (Model, View, Controller), nah di Django juga sama tapi sedikit berbeda dia pakai MVT (Model, View, Template) sama URL.py untuk pengaturan URL.

OK masuk ke penjelasan Model FIle

#File Models.py  = merupakan kumpulan Class yg digunakan membangun sekema table database anda.

class Member(models.Model):
firstname = models.CharField(max_length=40)
lastname = models.CharField(max_length=40)
alamat = models.TextField(null=True, validators=[MaxLengthValidator(500)])
agama = models.CharField(max_length=20, choices=AGAMA, default=’null’)

Script diatas adalah contoh isi Model di project CRUD kemarin, file itu menjelaskan kita membuat kolom

#firstname dengan type data varchar length 40

#alamat dengat type text (panjang) dan max karakter 500

dan lain sebagainya

nah dari situ lah setelah models.py selesai anda bisa langsung makemigrations lalu migrate, maka table akan lansung ter Create di Database. Sip Bukan.

Selanjutnya views.py merupakan kumpulan function, yg menangkap Request dan memberikan Response dari Models.py dan akan ditampilkan di Template. Nah FIle inilah kalau di Model MVC file ini adalah Vile Controller

so ini contohnya

def index(request):
members = Member.objects.all()
context = {‘members’: members}
return render(request, ‘crud/index.html’, context)

def create(request):
member = Member(firstname=request.POST[‘firstname’],
lastname=request.POST[‘lastname’],
alamat=request.POST[‘alamat’],
agama=request.POST[‘agama’],)
member.save()
return redirect(‘/’)

def edit(request, id):
members = Member.objects.get(id=id)
context = {‘members’: members}
return render(request, ‘crud/edit.html’, context)

def itu menunjukan dimulainya function disana ada

def index(request):
members = Member.objects.all()
context = {‘members’: members}
return render(request, ‘crud/index.html’, context)

itu untuk function menampilkan list dari database, select all, setelah selesai dilempar crud hasil rendernya ke template index.html

OK selanjutnya untuk bagian templates, ini biasanya berisi file-file.html karena untuk menampilkan saja.

  <tbody>
{% for member in members %}
<tr>
<td>{{ member.firstname }}</td>
<td>{{ member.lastname }}</td>
<td>{{ member.agama }}</td>
<td><center><a class=”btn btn-sm btn-warning” href=”edit/{{ member.id }}”><span class=”glyphicon glyphicon-edit”></span> Edit</a>
<a class=”btn btn-sm btn-danger” href=”delete/{{ member.id }}”><span class=”glyphicon glyphicon-trash”></span> Delete</a></center>
</td>
</tr>
{% endfor %}
</tbody>

Oh ya biasanya  kalau file php diawali dengan tag <?php ?> nah kalau python biasanya diawali dengan {% %} ya bagitulah kira-kira. 😀

 

terakhir. salah satu kelebihan python adalah, dia otomatis bisa membuat sisi Back End atau admin, jadi file yg CRUD kemarin, coba anda jalankan seperti ini localhost:8000/admin maka otomatis akan mucul login admin

Screenshot_20180427_145029Nah itu dia, lalu caramasuknya?

anda harus buka ke folder CRUD kemarin sampai ada file manage.py

lalu ketik perintah

python3 manage.py createsuperuser

Lalu masukkan buatlah user disana, passwordnya, email dll.

setelah ok, runserver lagi dan bisa untuk masuk ke login / admin area

Screenshot_20180427_145511Nah setelah masuk, anda dapat mengolah data dan lain sebagainya berdasarkan Model.py yg telah anda migrasikan. keren bukan.

Setelah saya baca2, sisi backend ini dibuat django karena seringnya ada projek yg butuh input date cepat, sementara program FronEnd belum jadi, sehingga setelah digeneratekan si pihan user BackEnd bisa input data dulu sembari si Developer Python Django membuat sisi Front Endnya.

Ok Sekian dari saya semoga penjelasannya tadi dapat dicerna dan dimengerti dengan baik.

terimkasih dan semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum Wr.Wb

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *